Rabu, 11 Agustus 2010

jawaban UAS Garli

Jawaban UAS
Nama : Hj. Garli gustiani, S.Pd
NIM : 09864009
Kelas : C

I.Bagian ke I
a.Pemrograman
Pemrograman adalah proses menulis, menguji dan memeperbaiki (debug), dan memelihara kode yang membangun sebuah program computer. Kode ini ditulis dalam berbagai bahasa pemograman. Tujuan dari pemograman adalah untuk memuat suatu program yang dapat melakukan suatu perhitungan atau ‘pekerjaan’ sesuai dengan keinginan si pemrogram. Untuk dapat melakukan pemrograman, diperlukan keterampilan dalam alogaritma, logika, bahasa pemrograman, dan di banyak kasus, pengetahuan-pengetahuan lain seperti matematika.
Pemrograman adalah sebuah seni dalam menggunakan satu atau lebih alogaritma yang saling berhubungan dengan menggunakan sebuah bahasa pemograman tertentu sehingga menjadi sebuah program computer. Bahasa pemrograman yang berbeda mendukung gaya pemrograman yang berbeda pula.

b.Multimedia
Multimedia adalah penggunaan computer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Multimedia dapat diartikan pula sebagai proses komunikasi interaktif berasaskan teknologi computer yang menggabungkan penggunaan unsur-unsur media dalam persembahan informasi.
Multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan beberapa media yang berbeda untuk menggabungkan dan menyampaikan informasi dalam beberapa kombinasi dari computer dan video yang Juga merupakan kombinasi dari tiga elemen yaitu suara, gambar dan teks. Multimedia merupakan alat yang menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan gambar video.




c.Blogging
Blog adalah jenis situs web yang biasanya disusun dalam urutan kronologika (urutan waktu kejadian) dari yang terbaru (posting terbaru) di bagian atas halaman utama (homepage) menuju ke postingan paling lama ke bawah.
Kegiatan Blogging seringkali ditulis oleh seseorang dan di update secara berkala. Blog seringkali ditulis dengan salahsatu topic khusus. Blog juga seringkali mempunyai fitur untuk mempermudahkan pembaca dalam berkunjung atau mencari informasi tenteng isi blog tersebut.
Blog merupakan singkatan dari ‘web log’ adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting0 pada sebuah halaman web umum.
Blog dapat diartikan pula sebagai bentuk media dimana pemiliknya menuliskan catatan pengalaman pribadinya, opini berupa tulisan maupun gambar yang bias terus menerus diperbaharui dan di akses oleh internet. Pemilik blog bebas mencurahkan pemikiran baik berupa tulisan maaupun gambar, melengkapinya dengan desain yang diinginkan dan juga dengan fasilitas-fasilitas yang memungkinkan terjadinya interaksi antara pemilik dan pengunjung blog-nya.

d.Internet
Internet adalah jaringan computer yang terdiri dari berbagai macam ukuran jaringan computer diseluruh dunia mulai dari sebuah PC, jaringan-jaringan local berskala kecil, jaringan-jaringan kelas menengah, hingga jaringan-jaringan utama yang menjadi tulang punggung internet seperti NFS-Net, dll. Internet merupakan jaringan dari sekumpulan jaringan yang terdiri dari jutaan computer yang dapat berkomunikasi satu sama lain yang dengan menggunakan suatu aturan komunikasi jaringan computer (protocol) yang sama .
Internet dapat diartikan jaringan computer terluas yang menghubungkan pemakai computer satu dengan computer yang lainnya dan dapat berhubungan dengan computer dari satu Negara ke Negara di seluruh dunia, dimana didalamnya terdapat berbagai aneka ragam informasi layanan internet browsing atau surfing, yaitu kegiatan ‘berselancar’ di internet.
Internet merupakan jaringan global computer dunia, besar dan sangat luas sekali dimana setiap computer saling terhubung satu sama lainnya, dan berisi informasi yang dapat dilihat dalam bentuk gambar, teks, audio, video,dll.
Internet berasal dari kata Interconnection Networking, yaiitu berarti hubungan dari banyak jaringan computer dengan berbagai tipe dan jenis, dengan menggunakan tipe komunikasi seperti telepon, satelit, dll.
Internet dapat memberikan banyak sekali manfaat, baik itu manfaat baik ataupun buruk. Baik bila digunakan untuk pembelajaran informasi dan buruk apabila digunakan untuk hal yang berbau fornografi, informasi kekerasan, dll.
Internet memungkinkan seluruh pengguna computer untuk saling berhubungan dan berkomunikasi juga berbagi informasi dengan cara saling mengirimkan email, mengirim dan menerima file dalam bentuk tekt, audio, video, membahas topic tertentu , dll.



























II.Bagian ke II

MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS ICT
(Information Communication Technology)


1. Pengantar
Berbahasa merupakan kegiatan yang selalu mengisi berbagai bidang kehidupan umat, misalnya, bidang ekonomi, hukum, politik, dan pendidikan. Kegiatan tersebut berlangsung, baik secara transaksional maupun interaksional. Melalui kegiatan tersebut pemakai bahasa berusaha memBerikan, memaparkan, memberikan alasan, menceritakan, atau menyarankan sesuatu. Bahkan, van Ek dan Alexander (dalam Brown,1994:234) mendaftar 70 fungsi bahasa.
Dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan bahasa inggris, penggunaan bahasa dikemas dalam empat aspek keterampilan berbahasa (listening, reading, speaking, dan reading). Keempat aspek keterampilan berbahasa tersebut menjadi landasan pembelajaran sejak SD hingga perguruan tinggi. Setiap pembelajar diberdayakan kompetensinya untuk menguasai keempat aspek tersebut (meskipun sulit mencari orang yang menguasai keempatnya).
Dikaitkan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, aspek keterampilan berbahasa menjadi komponen menarik untuk dikaji. Suatu teknologi ditemukan dan dikembangkan untuk kemaslahatan umat manusia. Dengan teknologi segala hajat hidup dapat dilakukan dengan cara yang efektif dan efisien. Bahkan, para pemakai bahasa pun dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kompetensi berbahasa, baik secara reseptif maupun produktif.
Dalam makalah ini pemakalah mencoba memberikan peluang-peluang untuk menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran keterampilan berbahasa. Penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran, ternyata, mampu meningkatkan hasil belajar bahasa. Misalnya, penggunaan audiolingual dan audio visual telah berjaya meningkatkan hasil belajar bahasa (lihat Richards and Rogers, 1993). Pembelajaran yang seperti itu telah menjadi bagian dalam upaya
meningkatkan hasil belajar.





2.Keterampilan Berbahasa dalam Perspektif Pembelajaran

Keterampilan berbahasa merupakan aspek kemampuan berbahasa yang menjadi sasaran tumpu para pebelajar bahasa. Oleh sebab itu, dalam dunia pendidikan para pengajar terus berupaya meningkatkan keberhasilan dalam pembelajaran bahasa melalui pencapaian kompetensi berbahasa, yakni menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Bahkan, dalam KTSP untuk SMA (MA) dinyatakan bahwa standar kompetensi lulusan adalah sebagai berikut.
1. Mendengarkan
Memahami wacana lisan dalam kegiatan penyampaian berita, laporan,saran, berberita, pidato, wawancara, diskusi, seminar, dan pembacaan karya sastra berbentuk puisi, cerita rakyat, drama, cerpen, dan novel
2. Berbicara
Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam kegiatan berkenalan, diskusi, bercerita, presentasi hasil penelitian, serta mengomentari pembacaan puisi dan pementasan drama
3. Membaca
Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana tulis nonsastra berbentuk grafik, tabel, artikel, tajuk rencana, teks pidato, serta teks sastra berbentuk puisi, hikayat, novel, biografi, puisi kontemporer, karya sastra berbagai angkatan dan sastra Melayu klasik
4. Menulis
Menggunakan berbagai jenis wacana tulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk teks narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, teks pidato, proposal, surat dinas, surat dagang, rangkuma ringkasan, notulen, laporan, resensi, karya ilmiah, dan berbagai karya sastra berbentuk puisi, cerpen, drama, kritik, dan esei.

Dengan mencermati SKL tersebut kita dapat berkreasi menggunakan berbagai model pembelajaran sehingga semua butir SKL terpenuhi pada akhir jenjang pendidikan SMA. Butir-butir SKL tersebut mengarah pada penggunaan bahasa. Dengan kata lain, pembelajaran bahasa di sekolah diarahkan untuk keterampilan berbahasa. Pembelajarannya bersifat integratif karena setiap aspek keterampilan
berbahasa dikemas dalam matajar Bahasa dan Sastra Indonesia.



3. Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran Keterampilan Berbahasa
Teknologi merupakan produk kreatif manusia untuk memenuhi berbagai keperluan hidup secara efektif. Saat ini teknologi informasi termasuk karya besar manusia untuk mengejawantahkan segala keinginannya. Internet sebagai bagian dari produk teknologi informasi berkembang pesat dan telah membawa perubahan yang luar biasa pada segala aspek kehidupan manusia. Tak pelak lagi internet telah memengaruhi pola berkomunikasi antarmanusia dalam dunia maya. Melalui internet setiap orang dapat berkomunikasi. Bahkan, dunia pendidikan pun tidak luput untuk memanfaatkannya sehingga kelas maya dapat tercipta.

Internet menawarkan banyak fasilitas untuk dunia pendidikan. Fasilitas komunikasi yang disediakan internet telah memungkinkan kelas online menjadi kenyataan dengan mempergunakan halaman web berbasis teks, surat elektronik (e-mail), pertukaran teks dan atau suara secara langsung (Internet Relay Chat), dan berbagai fasilitas multimedia interaktif. Dengan demikian, kegiatan belajar-
mengajar dapat dilaksanakan, baik yang bersifat tertunda (delayed, seperti melalui e-mail) maupun secara langsung atau instan (real-time, misalnya melalui IRC dan audio-video conferencing). Pengajar dan peserta didik dapat melakukan komunikasi lintas waktu sehingga pembelajaran dapat dimasimalkan untuk pencapaian hasil belajar.
Sejauh ini cukup banyak penelitian dan eksperimen yang berkenaan dengan pemanfaatan komputer dan internet untuk kegiatan belajar bahasa. Penelitian Davis dan Thiede tahun 2000 (Purnawarman, 2002) menunjukkan bahwa asynchronous electronic discourse dalam pelajaran menulis mampu menumbuhkan kesadaran pembelajaran linguistik dan gaya menulis. Chen et al. (Purnawarman, 2002) melakukan penelitian dengan melibatkan mahasiswa di Jurusan Bahasa dan Sastra Asing pada National Cheng Kung University dengan fokus pembelajaran menulis bahasa Inggris melalui internet. Penelitian ini membuktikan bahwa pertukaran pesan melalui internet mampu membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan komunikasi baru dan memperkuat kemampuan mereka berbahasa Inggris.
Penelitian lain dilakukan Susana M. Satillo dari Montclair State University mengenai fungsi wacana dan kompleksitas sintaktis pada komunikasi sinkronis dan asinkronis. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab dua pertanyaan, yaitu (1) apakah fungsi wacana yang disajikan pada diskusi sinkronis pembelajar ESL dalam penugasan membaca, baik secara kuantitatif maupun kualitataif berbeda dengan yang dilakukan melalui diskusi asinkronis, dan (2) cara CMC (Computer-Mediated Communication) yang mana yang memperlihatkan keluaran pembelajar yang lebih kompleks secara sintaktis. Hasilnya menunjukkan bahwa secara kuantitatif dan tipe fungsi wacana yang disajikan pada diskusi sinkronis sama dengan tipe modifikasi interaksional yang ditemukan pada percakapan bersemuka. Fungsi wacana pada diskusi asinkronis lebih dipaksakan daripada diskusi sinkronis dan sama pada lingkup evaluasi respon pertanyaan terhadap kelas bahasa yang biasa. Penangguhan diskusi asinkronis memberikan peluang kepada pebelajar untuk memproduksi bahasa yang kompleks secara sintaktis. Selain itu, Flank meneliti kompleksitas sintaktis dalam pengembalian informasi melalui multimedia (http://www.ai.mit.edu/people/jimmylin/papres/ flank), Gouvea meneliti kompleksitas sintaktis bahasa Portugis dan Bahasa Inggris orang Brasil melalui Rapid Serial Visual Presentation (http://www.umd. edu/~gouvea/A Gouvea_WP_RSVP.PDF), dan Leather meneliti gaya mengajar dengan salah satunya menggunakan program komputer.
Dengan mencermati berbagai penelitian tersebut, tampaknya dalam pembelajaran keterampilan berbahasa para pengajar bahasa perlu melakukan inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan komputer sebagai media pembelajaran. Berikut ini pemakalah sajikan beberapa topik dari aspek keterampilan berbahasa yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan ICT dalam
model pembelajarannya.

Aspek Topik
Menyimak a. Menangkap pokok pikiran
b. Membedakan bunyi distingtif
c. Mengungkap kembali tuturan

Membaca a. Meningkatkan kecepatan membaca
b. Menangkap pokok pikiran
c. Menemukan topik tulisan

Berbicara a. Pemroduksian tuturan
b. Keefektifan kalimat
c. Keruntutan gagasan
d. Ketepatan artikulasi
Menulis a. Menulis jurnal
b. Menulis artikel
c. Menulis bersama
d. Menulis prosa fiksi


4.Model Pembelajaran Keterampilan Membaca

Sebuah model pembelajaran yang berbasis ICT dapat dilaksanakan dengan
baik apabila segala perangkatnya dapat disiapkan dengan baik pula. Salah satu perangkat yang tidak dapat dihindari adalah kemampuan pengajar mengenal berbagai program yang berkenaan dengan teknologi yang digunakan. Selain itu, peranti keras dan peranti lunak tersedia sehingga pembelajarannya dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Pemanfaatan ICT untuk pembelajaran keterampilan berbahasa tidak hanya
tertuju pada kegiatan belajar-mengajar, tetapi juga dapat dilakukan untuk menghasilkan media pembelajaran. Misalnya, Rosita (2007), mahasiswa Jurusan
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS UPI, telah mampu mempertanggungjawabkan skripsinya dengan judul “Pengembangan Software Latihan Keterampilan Membaca Cepat sebagai Upaya Meningkatkan Kecepatan Efektif Membaca (KEM) Siswa Sekolah Menengah Pertama”. Produk akhirnya berupa peranti lunak latihan keterampilan membaca yang bersifat audio-visual yang dikemas secara menarik dan interaktif dengan menggunakan program Macromedia Flash 8.
Sebagaimana yang tersaji pada bagian topik untuk setiap aspek keterampilan berbahasa, model pembelajaran keterampilan membaca dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat teknologi, baik yang bersifat interaktif maupun yang tidak. Tatarancang untuk model pembelajarannya tidak berbeda dengan model pembelajaran lainnya. Yang membedakannya terletak pada kegiatan belajar-mengajar.

A. Topik: Membaca Kritis untuk Menulis
B. Tujuan:
Setelah perlajaran selesai siswa diharapkan mampu membuat tulisan berdasarkan hasil membaca kritis yang diunduh dari internet.
C. Kegiatan Perkuliahan:
Pertemuan 1: Pengantar pembelajaran secara offline untuk menindaklanjuti tugas Membaca.
Pertemuan 2: Secara online siswa mengunduh berbagai informasi sesuai
dengan topik yang dipilihnya dengan produk akhir berupa ringkasan
setiap informasi yang diunduh.
Pertemuan 3: Secara offline siswa melaporkan hasil kegiatan membaca kritis
melalui internet. Dalam pertemuan ini setiap siswa
mengurutkan informasi secara logis. Setelah itu, dilakukan diskusi
untuk menyempurnakan gagasan.
Pertemuan 4: Secara online siswa mengunduh informasi tambahan untuk
menyempurnakan gagasan.
Pertemuan 5: Secara offline siswa mengembangkan tulisan berdasarkan
informasi yang diunduh dari internet.

D. Organisasi Materi:
a. Topik tugas akhir
b. Informasi yang sesuai dengan topik tugas akhir membaca kritis
c. Kerangka tulisan sesuai dengan topik
E. Metode Pembelajaran:
a. Penelusuran situs
b. Diskusi
F. Sumber dan Media Pembelajaran:
Internet dengan berbagai situsnya
G. Unsur Penilaian:
a. Keruntutan gagasan
b. Ketepatan pengambilan informasi
c. Kelengkapan informasi

Model pembelajaran keterampilan membaca tersebut tidak hanya untuk produk akhir berupa tulisan, tetapi juga dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan berbicara dengan menggunakan informasi yang diunduh dari internet. Melalui kegiatan seperti itu diharapkan tulisan atau pembicaraan lebih berkualitas.









5.Model Pembelajaran Menulis melalui Internet

Selain keterampilan membaca, ICT dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis.
Langkah-langkah pembelajarannya dilaksanakan sebagai berikut.
1) siswa ditugasi untuk menjelajahi internet dan berbagai situs yang
tersedia sebanyak mungkin untuk mencari, menemukan, dan
mengunduh artikel berita dan materi kuliah yang sesuai dengan topik
dan tugas yang diberikan.
2) siswa membuat draf tulisan awal pada pertemuan offline lalu
mengirimkannya ke milis sehingga semua anggota milis dapat
membaca tulisan masing-masing.
3) Untuk setiap tugas, siswa diminta memberikan komentar
terhadap tulisan empat siswa lain.
4) siswa diminta memperbaiki tulisan awal dan membahas tulisan
yang telah direvisi pada pertemuan offline.
5) siswa mengirimkan esai ke milis Writing IV dan memberikan
komentar terhadap komentar yang mereka terima dari siswa lain.
6) siswa mendiskusikan komentar pada pertemuan offline.
7) siswa diminta untuk membuat tulisan akhir.

Dengan mengikuti beberapa tahapan tersebut, para siswa mengalami secara langsung pembelajaran kolaboratif, penilaian oleh mitra sebaya, danpemanfaatan internet. Kegiatan-kegiatan tersebut memberikan pajanan pluralisme gagasan dan sudut pandang sehingga nilai-nilai toleransi dan keterampilan berpikir kritis dapat dikembangkan.








6. Penutup
Teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan dalam segala bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Melalui produknya manusia mampu mengubah perilaku hidupnya dan pola berpikirnya, baik secara positif maupun negatif sehingga tercipta berbagai perilaku dan pola berpikir, misalnya, perilaku tidak mau tertinggal, ingin cepat, toleran, berpikir kritis, dan kreatif. Perilaku dan pola berpikir tersebut dapat dimaknai secara positif dan negatif. Oleh sebab itu, penggunaan teknologi informasi yang tepat merupakan suatu
keterampilan yang sangat diperlukan untuk saat ini.
Model pembelajaran yang mengarah pada penumbuhan perilaku positif dan pola berpikir kritis dan kreatif perlu dirancang secara kreatif oleh para guru atau dosen. Dengan demikian, inovasi-inovasi dalam bidang pendidikan dan pembelajaran dapat dihasilkan. Melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pendidikan di Indonesia dapat menuju era pendidikan modern dengan tetap menunjukkan keindonesiaan.




















Daftar Rujukan
Brown, H.D. 1994. Principles of Language Learning and Teaching. Third
Edition.Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents.
http://www.ai.mit.edu/people/jimmylin/papres/ flank.
http://www.umd.edu/~gouvea/A Gouvea_WP_RSVP.PDF
Purnawarman, P. 2002. “Kolaborasi Melalui Internet: Pemanfaatan Internet dalam
Mata Kuliah Menulis” artikel Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 2, No. 2,
April 2002.
Richards, J.C. and Rodgers, Th.S.1993. Approaches and Methods in Language
Teaching. Cambridge: Cambridge Language Taching Library.
Rosita. 2007. “Pengembangan Software Latihan Keterampilan Membaca Cepat
sebagai Upaya Meningkatkan Kecepatan Efektif Membaca (KEM) Siswa
Sekolah Menengah Pertama”. Skripsi tidak dipublikasikan. Jurusan
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Bahasa dan
Seni Universitas Pendidikan Indonesia.
Sotilo, S.M. 2000. “Discourse Function and Syntactic Complexity in
Synchronous and Asynchronous Communication”. Language Learning
and Technology Vol. 4 No. 1 May 2000, pp. 82-119.

0 komentar:

Posting Komentar